Bisikan Hati yang Tak Terucapkan

1095 Words

Ledakan cahaya keemasan dari Resonator Ikatan berhasil memukul mundur mata merah raksasa itu, membuatnya lenyap dari pandangan. Namun, dampaknya terasa mengerikan. Kegelapan pekat yang mengelilingi planet Bumi justru merajalela, menelan daratan dan lautan dalam kegelapan yang tak berujung. Raungan keputusasaan yang samar terdengar melalui layar, membuat bulu kuduk mereka meremang. Senja, yang masih lemas dalam dekapan Bayu, menyaksikan pemandangan mengerikan itu dengan hati hancur. "Tidak... kita terlambat..." bisiknya lirih, air mata kembali membasahi pipinya. Rasa bersalah menghantuinya, seolah ia gagal melindungi rumahnya sendiri. Bayu memeluk Senja semakin erat, mencoba menyalurkan ketenangan meskipun hatinya sendiri dipenuhi kecemasan yang mendalam. "Belum, Sayang. Belum terlambat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD