Raungan Sang Penguasa Ketiadaan memekakkan telinga, bukan suara fisik, melainkan gemuruh yang mengguncang jiwa. Gelombang energi kehampaan yang dimanifestasikan olehnya melesat, siap melenyapkan Senja dan fragmen Nox. Tepat saat maut menjemput, Bayu, tanpa ragu sedikit pun, menarik Senja ke dalam pelukannya. Ia tidak mencoba menghindari serangan itu. Tubuhnya menjadi perisai hidup. Ia justru memfokuskan energi Resonator Ikatan ke puncaknya, menciptakan resonansi yang sangat kuat antara dirinya dan Senja, sebuah ledakan cinta yang tak terbatas. Pada saat yang sama, ia mendorong Senja ke arah fragmen Nox, berteriak, "Ambil itu, Sayang! Gabungkan! Kita harus menghentikannya!" Tubuh Bayu mulai bersinar terang, namun juga retak, seperti bintang yang akan meledak. Cahaya keemasan dari Resonato

