Kekuatan purba bumi seolah tersentak, memberikan respons terhadap warisan kosmik yang jauh. Para titan, yang bersemayam di inti dunia, menatap Senja dengan semacam pengakuan yang mendalam. Gemuruh dari perut gunung berapi mengguncang segala yang ada, dan kata-kata kuno, yang tak lagi lazim diucapkan, bergetar melalui fondasi keberadaan. Di tengah perpaduan antara keajaiban dan rasa gentar, Senja terpaksa menghadapi masa lalunya yang terlupakan dan masa depan yang sama sekali tak terduga. Sementara itu, entitas bayangan purba hanya bisa menyaksikan kebangkitan kekuatan yang bahkan lebih tua darinya. Makhluk raksasa dari bumi itu mengulurkan tangannya yang besar, kasar bagai batu yang retak dan memancarkan hawa panas yang luar biasa. Anehnya, uluran tangan itu bukan menuju entitas bayangan,

