Gubrak Pyarrr Seluruh isi kelas menatap ngeri kearah seorang gadis yang kini mengibaskan tangannya seolah terkena banyak debu setelah melemparkan kursi yang mengenai jendela kaca. "MAKSUD ELO APAAN HAH?!" bentaknya setengah kesal, ia menatap nanar ke arah ponselnya yang sudah tak berbentuk, bukan masalah ponselnya, tapi softcase yang diberikan oleh orang spesial di hidup nya. Dengan tegap Fani berdiri didepan Cilla yang kini hanya berjarak sekitar satu meter. Tadi, setelah bicara dengan baik-baik tidak bisa dan Cilla malah ngotot, hingga ponsel milik Fani yang memang tengah berada pada genggaman tangannya itu di rebut paksa dan dibanting. Softcase kaca dengan ukiran nama 'Alfani Devina Ranzoe' itu pecah tak berbentuk seperti ponselnya, softcase itu diberikan oleh Devan saat ia ke pasar

