Gerhan berlari secepat mungkin agar segera sampai di atap gedung fakultas. Hembusan angin malam membuat rambut panjang Lunetta berkibar. Disaat yang menegangkan seperti itu, Gerhan mengingat suatu hal yaitu Lunetta tidak berubah. Tubuh Lunetta tidak kembali seperti semula layaknya bulan purnama sebelumnya. Mengapa ini bisa terjadi? Lunetta memandang kearah bawah, rasanya begitu menakutkan. Ia ingin menggerakan kakinya untuk mundur dan pergi dan tempat tersebut namun, tubuhnya tidak dapat digerakkan seperti terkunci. Bahkan ia tidak berbicara dan berteriak. Lunetta hanya bisa meneteskan air mata. Tanpa direncanakan di dalam otaknya, Lunetta mulai melangkahkan kakinya hingga akan terjatuh dari ketinggian. Hingga sebagian orang yang menyaksikan kejadian itu berteriak histeris. Namun, untun

