BAB 23

1055 Words

Gerhan duduk di hadapan Edward dengan perasaan kesal dan sedih. Edward meneguk air mineral yang baru saja buka tutup kemasannya, lalu menatap teman sesama jenis yang berada di hadapannya dengan bingung karena baru Gerhan pergi tapi sudah kembali dengan cepat, bahkan pesanan batagornya saja belum datang. “Kok cepet banget baliknya?” tanya Edward “Gapapa. Balik sekarang aja ayo!” ajak Gerhan “Pesanan batagor saya belum datang” “Lagian ngapain pesen makan? Kita kan ngga perlu makan kaya manusia” “Kalo mas-masnya bukan manusia apaan dong? Monyet? Atau dedemit?” tanya seseorang menyela obrolan Gerhan dan Edward. Ia pun menyimpan sepiring berisi batagor di hadapan Edward. “Kita vampir bu hahaha” canda Edward. “Oh vampir jaman now makannya bukan darah lagi ya tapi batagor? Syukur kalo gitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD