Gadis yang pintar, humble, dan juga berbakat, Nikasha Auristela. Sebut saja Stela nama yang telah melekat sejak Ia kecil. Ia mempunyai saudara kembar tidak identik yang bernama Rezel Evano atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Rey, mereka kuliah di kampus yang sama, kalau Stela di fakultas Ekonomi, berbeda dengan Rey yang mengambil fakultas Hukum. Kalau ditanya siapa kakak diantara mereka berdua, Rey adalah sang kakak.
Rey adalah anak yang sangat aktif, sama halnya dengan Stela. Yang membedakan adalah sang kakak sangat cuek dengan orang yang baru Ia kenal, sedangkan Stela dengan orang yang baru 10 menit mengobrol dengannya saja Ia bisa langsung dekat seperti sudah mengenal sejak lama.
Mereka mempunyai adik kecil berusia 3 tahun yang bernama Lilyana Irish, adiknya ini sangat manja sekali dengan kedua kakaknya itu. Rey dan Stela sangat menyayangi Lily, walaupun Reynya itu sedikit acuh padanya tapi Lily adalah yang tersayang bagi Rey, begitu juga Stela.
Mereka dari kalangan yang cukup berada, Papinya bernama Dirga Hutama pengusaha properti yang mempunyai 2 cabang diluar negeri yaitu di Australia dan di Inggris. Dan Maminya bernama Evelyn Kirana, ibu rumah tangga yang penurut dan sangat menyayangi keluarganya itu.
***
Sore hari didalam rumah yang di isi dengan 5 orang itu sedang bercengkrama, mengobrol, dan bercanda mengisi kekosongan rumah yang begitu luas.
"Abang, gue mau gendong Lily ih, gantian dong curang banget" Gerutu Stela seraya menyilangkan tangannya didepan dada dengan mulut yang mencebir
"Orang Lily maunya sama gue, nih lo tanya sendiri adek gue" Jawab Rey dengan lidah yang dijulurkan keluar, Ia senang sekali meledek saudara kembarnya itu
"Lily, mau digendong sama Abang atau sama Kakak?" Tanya Stela dengan wajah yang di imut-imutkan, berharap Lily akan memilihnya untuk digendong
"Ily mau di gendong cama Abang aja. Coal na Kakak Lala bau kalna belum mandi" Jawab sang Adik sambil menutup hidung menggunakan jari mungilnya.
"Tuh kan, Lily itu gak mau digendong sama lo karna bau" Sambung Rey sambil berlari menggendong Lily ke ruang tamu menyusul Mami dan Papinya disana
"Abang, jangan lari lari dong nanti bontot Mami jatuh gimana?" Ujar sang Mami
"Gapapa Mam, kan jatuhnya sama Abang, ya gak Dek?" Jawab Rey spontan. Mami Evelyn yang mendengar penuturan dari putranya itu hanya menggeleng sambil tersenyum
"Abang, Ily mau tulun capek" Ucap Lily seraya mengayun ayunkan kakinya untuk turun
"Harusnya Abang yang capek, kan Abang yang gendong Lily" Jawab Rey sambil menurunkan Adiknya
"Mamiiiiii, Lily sama Abang jail tuh. Masa aku dibilang bau aku wangi gini kok" Ujar Stela mengadu pada Maminya sambil mengangkat sedikit bajunya untuk dicium
"Emang kamu bau, jarang mandi" Kali ini bukan Maminya yang menjawab tapi Papi. Papinya tertawa terbahak melihat wajah anak perempuannya yang mencebikkan bibirnya itu.
"Ih kok Papi jadi ikut-ikutan mereka sih, gak seru ah aku gak ada yang belain. Aku mau kekamar aja males disini orang orangnya rese semua" Beo Stela sambil berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Mereka hanya tertawa melihat kelakuan anak gadisnya yang seperti anak kecil, walaupun begitu mereka sangat menyayangi anak-anaknya, tidak ada perbedaan dalam mengasuh maupun mendidik anaknya.
Mami Evelyn pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam dibantu oleh anak sulungnya, Rey. Walaupun Rey anak laki laki, tapi Ia sangat senang membantu Maminya didapur. Bukan berarti Rey itu feminim, hanya saja memasak itu adalah kegemerannya.
***
Didalam kamar Stela hanya tiduran dan memainkan benda pipih persegi panjang itu, sambil menscroll kebawah melihat lihat berita terkini yang sedang viral. Sambil sesekali Ia mendengus, Ia merasa bosan didalam kamar tidak ada hiburan dan sangat sepi. Terlintas dipikirannya untuk mengajak teman temannya pergi bersama ke sebuah caffe yang tidak jauh dari rumahnya.
The Girl's Squad
Auristelasha: Guys, kita meet up nanti jam 8 di caffe biasa ya
Sesilimut: Dadakan banget deh, Stel.
MishaaaaF: (2)
Larazalea: (3)
Falishacantik: (4)
Auristelasha: Gak dadakan lah, kan sekarang masih jam setengah 6, janjiannya jam 8