Calista membuka matanya saat mendengar dering handphone, tangannya mengepal kuat, kepalanya terasa sangat pening dan pusing. Dia memegang kepalanya, seketika rasa mual menyerang. Dia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya, Calista memegang erat ujung wastafel. Dia sudah tidak tahan lagi, dia seketika ambruk. Suara ketukan pintu di luar tidak membuat Calista terbangun. Harusnya hari ini ada jadwal pemotetan, Haris fotografer dan dua perempuan lainnya menunggu di depan pintu apartemen Calista. Lailia merasakan ada hal yang aneh, Calista bisa dihubungi namun tidak mengangkat telponnya, akhirnya dia memutuskan menelpon manajer Calista, sayangnya tidak juga diangkat. Sebenarnya Lailia tau berapa nomor passcode apartemen Calista karena dia pernah membantu Calista masuk ke apa

