Kulangkahkan kaki melewati gerbang kost. Jarak kost ke tempat kerja cukup dekat, jadi hanya memerlukan waktu sebentar aku sudah sampai di tempat kerja.
" pagi kak fel! " aku langsung menyapa kak Felisa.
" pagi kesayangan aku " seru kak fel.
" aku kesana dulu ya kak " jawabku.
Aku menuju meja kerjaku, karena aku masuk lebih siang jadi aku harus segera memulai kewajibanku.
" nay " tiba - tiba kak felisa muncul di sampingku.
" apa sih kak? bikin kaget aja " omelku.
" nih baca " kak felisa menyodorkan hp miliknya agar aku membaca.
" hah, apa ini? " aku melihat layar hp kak felisa
" tuh, kamu ditanyain sama Om Kenan. emang tadi kami jalan kaki kesini? "
" iya sih jalan kaki, kan cuma deket "
" ciye yang diperhatiin sama Om Kenan "
" apaan sih, gak jelas. Jangan gitu dong kak. ntar aku dimarahin istrinya, trus dikira pelakor lagi. ih amit - amit "
" pelakor apaan, Om Kenan status nya single ya. eh Duren sih yang bener "
" ah masak sih "
" kira - kira kalau kamu aku jodohin sama Om Kenan mau gak? "
" duh kak fel, jangan ngadi ngadi deh, sana buruan balik kerja"
" siap bos, eh gmna Om Kenan? " seru kak Felisa sambil berlalu dan mengedipkan sebelah matanya bermaksud meledek aku.
" tau ah "
Setelah kak Felisa berlalu, aku melanjutkan kegiatanku yang tertunda.
Terlintas perkataan kak Felisa tadi. 'Om Kenan ganteng orangnya, badannya juga bagus. Kalau aku sama duda apa orang tuaku kasih restu. Ntar kalau mantan istrinya gangguin gimna? eh, ngawur aja ini mikirnya kok udah jauh banget. Emangnya Om Kenan mau sama aku?' malah jadi geli sendiri aku. Bisa bisanya aku mikir kayak gitu.
Aku bersyukur kerjaan hari ini lancar. Badanku terasa lemas tak berdaya, pagi hari aku pindahan dan beberes kamar kost dilanjutkan bekerja.Coba kalau aku punya pacar, pasti ada yang bantuin pindahan. Begini amat ya nasibku. Ingin rasanya segera bertemu kasur di kost ku. Kulihat layar hpku, masih kurang sepuluh menit lagi waktunya pulang kerja.
Aku menyandarkan kepalaku di atas tangan yang telipat manis di meja kerjaku. Berharap waktu cepat berputar agar aku segera pulang kerja.
Akhirnya waktu yang aku tunggu datang. Langsung aku menjinjing tas bahuku dan hpku ikut serta aku bawa. Melewati beberapa teman yang hendak pulang kerja juga. Sengaja aku berjalan agak cepat agar segera sampai di kost. Sesampainya di depan gedung, ternyata kak Felisa menghadangku. Kak Felisa menarik tanganku, membawaku agak menjauh dari kerumunan teman - teman yang keluar gedung hendak pulang.
" apa sih kak? pakai narik - narik segala? kangen ya sama aku? hahaha " omelku gara - gara kak Felisa yang menarikku.
" nay, ada orang yang minta nomor telepon kamu boleh gak? lumayan buat kenalan. Katanya mau dicariin cowok"
" siapa kak? "
" ada pokoknya. Gimana boleh gak? "
" kok aku takut ya kak, ntar kalau kayak di tv itu kak "
" duh nay, kamu mikirnya jelek mulu. gak bakal kayak gitu. aku jamin deh "
" ah takut aku. gak usah dikasih aja kak "
" gimana mau dapat pacar, kamunya aja dimintain nomor telepon aja gak boleh "
" hehe, orangnya suruh ngomong sendiri ke aku kak. Masak beraninya lewat kak Fel doang "
" oh ok nay, ntar aku bilangin ke orang nya "
" aku pulang dulu ya kak, buru pengen rebahan "
" anak muda rebahan mulu, olahraga dong nay "
" hehe besok deh kapan - kapan. Capek ni kak, tadi habis beberes pindahan "
" ya udah yuk pulang, mau aku anter? "
" gak usah kak. Kan deket, cuma situ. dah kak Fel " ucapku sambil melambaikan tangan.
" ati- ati nay, dadah "
Aku berjalan keluar gerbang menuju jalan gang. Di depan gedung samping ada Om Kenan yang sedang duduk di teras.
' perasaan cuma duduk duduk aja. Kerjanya ngapain ya? kok kak Felisa nyamperin Om Kenan '
Kulanjutkan langkahku ke kost. Aku buka tasku, setelah kutemukan kunci pintu segera aku membuka pintunya. Aku segera membersihkan diri, membuat coklat hangat dan menikmatinya. Kurebahkan badan ini ke kasur. Lambat laun mata ini jadi berat akhirnya aku tertidur.