"Aku menemukan sidik jari wanita itu di botol wine yang kubawa ke rumah," ucap Roberto tiba-tiba, dengan suara yang bergetar oleh kegugupan yang tak dapat ia sembunyikan. Matanya menatap James, berharap kabar itu dapat memberikan secercah petunjuk di tengah kekacauan yang terjadi. James mengerutkan keningnya, matanya menyipit dengan penuh kecurigaan. "Kenapa kau membawa wine ke rumahmu, Roberto?" tanyanya dengan nada yang dingin, namun penuh dengan kecurigaan yang menusuk. Pertanyaan itu lebih dari sekadar rasa ingin tahu. Ada sesuatu yang lain di baliknya, sesuatu yang jauh lebih dalam. Ia merasa ada yang tidak beres, seolah semua informasi yang ia dengar hanya sepotong dari teka-teki yang lebih besar. Mungkinkah Roberto berkhianat? Roberto menelan ludah, merasa suasana semakin menc

