Duka

1273 Words

Kamu beneran hamil?" Aku langsung melebarkan mata mendengar Daffin menanyakan hal demikian. Ngadi-ngadi sekali dia. Ya nggak mungkin lah. "Iya, Daf. Ada anak kamu nih di perut aku, makanya porsinya ditambah ya, kasian dedeknya nanti kelaperan." Aku menjawab ngawur, sebenarnya nggak secepat itu juga kali aku bisa hamil anaknya dia. Emang sih aku belum datang bulan, tapi kayaknya emang belum waktunya juga aku mens, paling juga telat, biasanya juga gitu. "Aku serius, Nini." Daffin masih masang wajah seriusnya. Kenapa sih? Harap-harap cemas banget kayaknya. "Nggak, Daf. Tenang aja. Masih aman kok." "Masih aman? Kamu ngonsumsi pil KB?!" Daffin sedikit menaikkan suaranya. "Enggak, enak aja. Kenapa sih? Segitunya banget." "Nggak apa-apa." "Kamu takut aku hamil?" Daffin menggeleng. "Teru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD