Aku menggeliat pelan, mencoba menggerakkan tubuh, tapi yang kurasakan malah sakit hampir di sekujur tubuh. Aku nggak bisa jelasin gimana tingkah polahnya Daffin semalam, dia benar-benar garang menggarapku, dikira sedang adu gulat apa. Tapi saat tanganku meraba bagian sampingku malah nggak nemuin tubuh Daffin. "Lho! Dia udah bangun?!" Aku menyusuri bagian sudut kamar ini dengan mataku, tapi tetap tak kutemukan sosok semalam yang membuatku lelah hingga pagi ini. Karena udah mau subuhan, aku pun langsung beranjak untuk membersihkan diri. "Ya ampun, Daffin semalam berubah jadi drakula kurang belaian apa. Kenapa jadi merah semua!" Aku hampir saja berteriak melihat kondisiku di depan cermin. Benar-benar mirip Mak Lampir dari pada Adriani. Gila Daffin. Jurus nyosornya kek gimana sih sampai kay

