2 Chapter 22

1434 Words

CLARISSA   Ibu sudah dipindah ke ruang rawat, dokter bilang ibu mengalami stroke ringan, ada pembuluh darah yang tersumbat ke bagian otak. Aku kurang mengerti pastinya, tapi itulah yang kutangkap dari penjelasan dokter. Aku dan lainnya mengisi penjuru ruangan ini. Aku, Bhagas, Amanda dan Nino duduk di sofa, aku memeluk Nino yang masih berumur tujuh tahun. Zetira dan Marco menunggui Ibu di samping ranjang. Faisal, berdiri di ujung ranjang, dan ada Ibun yang terduduk lemas di sofa seberangku bersama Adam. Ibu masih tak sadarkan diri. Aku tahu, beliau pasti shock dengan kejadian yang dialami Marco, dialami kami lebih tepatnya. Akupun sudah tak sanggup berkata-kata untuk menjelaskan kemarahanku dan kekesalanku. Sebaik-baiknya aku, aku gak bisa maafin Melisa gitu aja, dia udah ngancurin semu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD