2 Chapter 14

1221 Words

MARCO   Mau pecah rasanya kepalaku saat tahu kondisi Clarissa dan bayi yang ia kandung. God! Siksa aja aku, jangan Clarissa, apalagi bayi kami yang sudah kami harapkan kehadirannya sejak lama. Aku menatapnya yang sedang tertidur, aku baru saja pulang dari rumah yang selama ini ia tinggali, Adam yang mengantarku ke sana. Tahu apa yang kutemukan di kamar tidurnya? Belasan botol minuman keras yang sudah kosong. Aku gak tahu segimana sakit yang ia rasakan sekarang karena ulahku. Aku hanya berharap sakit itu berpindah padaku. Damn! Clarissa, I love you that much. Tak terasa air mataku mengalir, aku langsung menyekanya. Aku menarik nafas panjang untuk menangkan diriku. Kuletkakan tanganku di atas perut Clarissa, bayi kami kecil padahal sudah hampir 3 bulan. Bayi kami sakit karena ulahku. Shi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD