Bab 22

1986 Words

*** Pagi hari sekali Orlando bangun dari tidurnya. Olivia sudah menyiapkan sarapan untuk suami dan juga anaknya. Musim panas tahun ini, menbuat Orlando tak sempat memamfaatkan moment itu. Disaat keluarga lain memilih melakukan liburan ke negara lain, dia justru disibukkan dengan pekerjaannya. Olivia bisa memakluminya, karena tahu jika suaminya adalah seorang pekerja keras. Sayangnya, putranya Arthur berpendapat lain. Anak itu selalu menuntut untuk berlibur setidaknya ke Uni Eropa. Tetangganya memilih berwisata ke Utrecht. Hal itu membuat Arthur cemburu, anak tetangga yang sering ia temani menceritakan dengan girang sedangkan dirinya tidak bisa berkomentar apapun. "Ada apa lagi,nak? Kenapa wajahmu lesuh seperti itu?" Tanya Orlando sambil mencubit pipi putranya. Pria itu bisa menebak apa ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD