Bab 16

2004 Words

Keesokan harinya, Érique bangun dari tidurnya. Dia melihat sekeliling kamarnya dengan wajah suram. Tidak ada lagi Victoria, rasanya ia tidak ingin tersenyum lagi. Kabut kesedihan yang menyapa hidupnya terlalu kejam, Dia merasa tidak cukup kuat menghadapinya. Érique bangkit dan masuk ke kamar mandi. Dia menggosok giginya, tanpa ia sadari ia hampir berteriak memanggil Victoria. Dia lupa handuk lagi, satu kebiasaannya di pagi hari. Lelaki itu semakin frustasi. Tanpa Victoria hidupnya tak berarti apa-apa. Érique mencuci mukanya lalu keluar dari kamar mandi. Tidak ada lagi alasan dirinya rapi dan bersih. Dia duduk sebentar dan memandangi wajahnya di cermin. Érique mengambil ponselnya dan menelepon Victoria. Dia merindukan suara wanitanya itu. Tak lama menunggu, wanitanya mengangkat panggilanny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD