Masih Sayang

2999 Words

Bel pulang berbunyi. Ria tak berhenti menatap ke arah pintu ruangan UKS yang masih tertutup. Zura tentu belum keluar dari sana. Gadis itu mungkin masih tidur. Padahal seingatnya Zura belum makan sama sekali. Ia menghela nafas. Ia segera membereskan barangnya lalu membawa tas Zura. Ana langsung pergi ke lapangan. Gadis itu hendak ikut ekskul basket. Katanya ada perkumpulan sebentar. Ani juga tak kelihatan. Mungkin ekskulnya juga berkumpul. Ia tak ambil pusing. Sementara ia hendak berjalan menuju ruang UKS. Tak lama, Nathan muncul dari belakangnya. "Dia belum bangun?" Ria mengangguk. Sepertinya begitu. Ia juga hendak melihat Zura. Ia penasaran kenapa Zura tak kembali tadi. Ia tentu sangat khawatir. "Jangan dibangunin kalau belum bangun." Ria mengangguk lagi. Toh ia juga akan ikut ekskul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD