Nostalgia di Jakarta

2999 Words

"Waktu itu dijual ke siapa?" "Salah satu anak tetangga yang waktu itu baru menikah." Nathan mengangguk-angguk. Mereka baru saja mendatangi rumah almarhum tantenya Azzura. Ya dulu memang masih rumahnya tapi kemudian dijual. Sekarang tampaknya yang mendiami adalah orang yang berbeda. Beberapa tetangga juga ada yang pindah. Karena semua orang yang tinggal di sekitar situ, tampak asing bagi Zura maupun Nathan. Kini keduanya sedang duduk di depan minimarket sambil makan mie instan. Menikmati suasana malam yang dulu kerap dijalani Zura. "Aku sering lihat kamu ke sini malam-malam terus beli mie." Zura terkekeh. Ia sering kelaparan kalau malam dan selalu ketakutan saat melewati g**g kecil menuju jalan besar ini. Saking gelapnya. Kalau sekarang sudah lebih banyak lampu. Meski ya masih was-was

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD