mangsanya sebagai skandal yang menggemparkan. Tidak jarang
para penderita itu mengalami nasib penculikan, penyanderaan, atau
bahkan pem-bunuhan, termasuk pula istri dan anak-anak mereka.
2. Para tokoh Freemason yang bekerja sebagai pen-didik di berbagai
lembaga pendidikan ditu-gaskan untuk memperhatikan anak-anak
didik yang berbakat, dan membinanya sebagai sosok manusia yang
berpandangan anti nilai-nilai moral dan imnual, sehingga kelak
mudah diman-faatkan oleh gerakan Freemasonry.
3. Menyiapkan program kerja yang menyangkut kader-kader
Freemasonry, untuk memperluas jaringan kerja dengan
memusatkan kegiatan pada bidang mass media, melalui surat
kabar, majalah, radio dan TV. Jaringan kerja ini harus ditempatkan
di bawah pengawasan Perkumpulan Yahudi Internasional.
4. Menguasai alat komunikasi dan mass media untuk dimanfaatkan
sebagai senjata dalam membuat berita yang membingungkan, atau
memalsukan kenyataan, atau memutar-balik fakta. Maka,
kekacauan dunia bisa disetir oleh mereka.
Perancis dan Inggris pada masa itu adalah dua negara adikuasa
dunia. Maka Weishaupt menjadikan dua negara itu sebagai target
utama untuk dihancurkan dari dalam oleh persekongkolan Yahudi,
untuk kemudian dikuasai. Demikanlah Weishaupt bekerjasama dengan
tokoh-tokoh Yahudi dalam proyek rahasia yang punya dua ujung
tombak sasaran, yaitu satu sisi menjerumuskan Inggris ke dalam
kancah peperangan yang berkepanjangan di berbagai negeri
jajahannya, sehingga nyaris mengalami kelumpuhan yang parah. Sisi
lain adalah menyalakan api revolusi besar di Perancis yang mampu
menggoncangkan masyarakat Perancis tahun 1789.
Setelah selesai merumuskan program di atas, Kaum Nurani
Yahudi menugaskan seorang tokoh Freemasonry asal Jerman bernama
Tasfaac pada tahun 1784, untuk menyusun program Weishaupt dalam
bentuk buku yang diberi nama Program Asli yang Unik. Sejak itu buku
tersebut menjadi pegangan dan rujukan bagi persekongkolan
Internasional. Perkumpulan Freemasonry mengirim satu eksemplar
buku penting itu kepada beberapa tokoh Yahudi di ibu kota Perancis,
untuk mengatur jalannya gejolak revolusi. Namun berkat rahmat Allah
semata, utusan tersebut disambar petir ketika ia sampai di sebuah
kota kecil antara Frankfurt dan Paris, dan meninggal dunia saat itu
juga. Ketika pasukan keamanan menyelidiki untuk mengetahui sebab
kematiannya, dokumen penting yang ada dalam saku mantelnya
sangat mengejutkan mereka. Dokumen tersebut segera disampaikan
kepada yang berwajib di kerajaan Bavaria.
Penguasa Bavaria mempelajari dokumen tersebut dengan penuh
perhatian. Setelah itu, pemerintah segera mengeluarkan instruksi
kepada pasukan keamanan untuk menduduki The Grand Eastern
Lodge, yang dipimpin oleh Weishaupt itu. Demikian pula nama-nama
Kaum Nurani Yahudi yang terdapat dalam dokumen tersebut tidak
luput dari penggerebekan pasukan keamanan. Di kediaman mereka itu
pula ditemukan dokumen penting lainnya mengenai program Yahudi.
Pemerintah Bavaria menyadari kejahatan program Perkumpulan
Gereja tertinggi Yahudi yang bersekongkol dengan sejumlah
konglomerat internasional dalam sebuah organisasi rapi dan
mengerikan, sampai tingkat yang sukar dijangkau oleh khayalan
manusia. Pemerintah Bavaria menyadari sepenuhnya adanya bahaya
program setan tersebut terhadap dunia kese-luruhan. Maka
pemerintah memandang perlu menyebarluaskan dokumen itu kepada
raja-raja di Eropa dan para tokoh gereja. Akan tetapi ternyata para
tokoh Yahudi dan para pemilik modal inter-nasional telah lama
menyusup ke dalam jaringan pemerintah negara-negara Eropa. Mereka
masih tetap mampu dengan mudah membungkam mulut para raja dan
para tokoh gereja itu.
Peristiwa kebocoran rahasia di atas dijadikan pelajaran berharga
oleh Perkumpulan Konspirasi Yahudi. Para tokohnya bersikap lebih
berhati-hati dan lebih waspada dalam kondisi apa pun. Sejak itu
pergerakan mereka nyaris menghilang dari permukaan, meskipun
kegiatan mereka sebenarnya masih berjalan seperti biasa. Hanya saja,
kegiatan mereka selanjutnya banyak dialihkan masuk ke dalam
perkumpulan Freemasonry yang lain, yang disebut The Blue Masonry
dengan tujuan mendirikan sebuah organisasi Masonry di dalam
Masonry itu sendiri. Mereka sepakat memperluas jaringan kerja yang
anggotanya terdiri atas beberapa tokoh Yahudi nomer wahid, agar
program rahasia mereka tidak mudah bocor keluar. Pemilihan anggota
inti dilakukan lewat pemantauan dan pertimbangan mendalam,
diambil dari anggota perkumpulan rahasia itu, terutama dari mereka
yang menganut faham atheisme, dan tidak berpegang pada prinsip
moral. Faktor yang amat dipentingkan ialah mereka harus berdedikasi
tinggi kepada Freemasonry.
Perkumpulan rahasia tidak jarang menggunakan kegiatan bakti
sosial, sebagai kedok untuk menutupi rencana jahat yang
disembunyikan di balik layar, seperti kasus yang menimpa John
Robinson, seorang guru Filsafat pada Universitas Scotlandia. Ia tidak
menyadari telah terperangkap dalam jaringan program Yahudi
Internasional itu. Ia mengadakan perjalanan ke berbagai negara
Eropa, untuk mempelajari program kerja yang telah disusun oleh
Weishaupt, dengan tujuan membentuk pemerintahan diktator yang
ideal, yang menguasai dunia. Pada mulanya John Robinson meragukan
program kerja Yahudi itu. Namun keraguannya segera berubah
menjadi yakin, setelah ia mengetahui peran perkumpulan Yahudi pada
Revolusi Perancis pada tahun 1789, dan pengaruh mereka terhadap
tokoh-tokoh gereja dan pemerintah Perancis. Maka ia segera
menyadari bahaya yang mengancam negaranya: Inggris, dan segera
menulis surat tentang bahaya persekongkolan Yahudi yang diberi judul
Keterangan. Namun peringatan itu tidak mampu menggugah
pemerintah negaranya disebabkan oleh besarnya pengaruh Yahudi,
khususnya setelah berdirinya Bank Inggris atas persekongkolan
mereka.
Adapun di Amerika Serikat, Freemasonry dikatakan relatif lebih
muda. Meskipun relatif muda, perkumpulan tersebut sudah tersebar di
seluruh negeri. Mula-mula para tokoh Yahudi kesulitan, karena
adanya peringatan dari Rektor Universitas Harvard, David Robin
kepada segenap mahasiswa dan alumninya tentang pengaruh Yahudi
yang terus meningkat di kalangan gereja dan para tokoh politik.
Mereka itu sudah menjadi sekutu bagi seorang tokoh bernama Mr.
Jefferson, yaitu murid Weishaupt yang kembali ke Amerika untuk
terjun ke dalam kancah politik dengan dukungan Yahudi.
Seorang calon Presiden AS yang kuat, John Kowinsky Adams juga
merasakan jeratan persekongkolan ini, terutama karena melihat peran
yang dimainkan oleh Jefferson, ditinjau dari sudut gerakan
Freemasonry dalam upaya mewujudkan cita-cita Yahudi untuk
menguasai Amerika. Maka J.K Adams segera mengirimkan karyanya
kepada kawannya, Kolonel William Stone dan menjelaskan tentang
hakikat persekongkolan Yahudi. Tulisan tersebut masih tersimpan di
perpustakaan Ritonburg Square Philadelphia.
D. Freemasonry
Freemason terdiri dari dua kata: free dan mason. Free artinya
merdeka dan mason artinya tukang bangunan. Freemason berarti
tukang bangunan yang merdeka. Freemason adalah organisasi Yahudi
Internasional yang tidak ada hubungannya dengan tukang-tukang
bangunan yang terdapat pada abad pertengahan. Freemason di atas
juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal
atau katedral besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang.
Tetapi organisasi Freemason ini selalu bekerja untuk
menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik,
ekonomi dan sosial negara-negara yang ditempatinya. Juga berusaha
merusak bangsa dan pemerintahan non-Yahudi (Goyim, pent.). Tujuan
akhir dari gerakan Freemason adalah mengembalikan bangunan
Haikal Sulaiman112) yang terletak di masjidil Aqsa, daerah Al-Quds
yang diduduki Israel, mengibarkan bendera Israel serta mendirikan
pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam
Protokol para cendekiawan Zionis.
Buku Protokol ini berisikan langkah-langkah yang telah
ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di
dalam tiap rapat mereka, serta berisikan dua puluh empat bagian
(ayat) yang mencakup rencana politik, ekonomi, dan keuangan, dengan
tujuan menghancurkan setiap bangsa dan pemerintahan non-Yahudi
serta menyi-apkan jalan penguasaan bagi orang-orang Yahudi
terhadap dunia Internasional. Seorang hakkom (pendeta Yahudi)
bernama Ishaq Weis di dalam majalah Israel Amerika mengatakan:
Freemason menurut sejarahnya, derajat dan pengejarannya adalah
sebuah yayasan Yahudi. Kata-kata sandi dan upacara ritual yang ada
di dalam Freemason dari A sampai Z-nya adalah berjiwa Yahudi.
Freemason adalah nama baru dari gerakan rahasia yang dibuat
oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang
dimaksudkan sebagai usaha untuk melawan agama Masehi, pemelukpemeluknya dengan cara pembunuhan terhadap orang per orang.
Kemudian datanglah Islam menghadapi gerakan rahasia ini
sebagaimana agama Masehi dahulu menghadapi kekuatan tersebut