12:12: Twelve

1405 Words

Pemuda berambut pirang itu masih berdiri di depan gerbang rumah di hadapannya dengan merasa ragu untuk masuk ke dalam sana. Ia sekilas menolehkan kepala ke arah para penjaganya yang datang bergerombolan membuatnya mendecak saja. Padahal ia datang ke sini dengan niat menyampaikan sesuatu pada penghuni rumah. Kalau datangnya bergerombol begini yang ada orang-orang di dalam sana takut melihat jumlah mereka yang banyak itu. "Gak jadi masuk?" "Ck, gue mau masuk, cuma ... kalian segini banyak ngapain ngikut juga?" kesal pemuda itu dengan mendengus kasar sembari mengibaskan tangannya menyuruh beberapa penjaganya membawa barang-barang yang sudah mereka beli tadi. "Ya, kan gak ada yang tau kalau ada sesuatu yang terjadi sama, tuan." Balas salah satu di antara mereka membuat pemuda itu menghela n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD