Hall kediaman paman Aaric Bentley menjadi sedikit sunyi ketika nyaris seluruh tatapan mata tertuju pada sosok Ariana Bentley dan seorang pria tampan dalam gandengan tangannya. Pria yang nampak tenang. Atau bingung? Pita menunduk menatap tangan dingin Aaric yang mencekal pergelangan tangannya. Pita menghela napas perlahan. "Ariana akan sangat sibuk dengan beberapa dansa yang tidak boleh ditolaknya. Aku akan berusaha membawa Mason padamu dan kau bisa pergi. Bersabarlah." Pita masih menunduk. Kali ini dia menekuri dompet tangan yang digenggamnya. Dia merasa...kesulitan mengolah rasa cemburunya. Dia sama sekali tidak menyukai, gadis lain menyentuh Mason. Seperti yang dilakukan oleh Ariana sekarang. Gadis itu melendot pada Mason begitu rapat. It's suck! "Sudahlah." "Begitu banyak pria d

