Mason menggeram. Sulit sekali membujuk Pita ketika Pita terlihat serius kesal padanya. Gadis itu hanya menatapnya dingin dengan raut wajah yang menyiratkan bahwa dia tak ingin menjawab sepatah katapun ucapan Mason. Mason mengangkat tangannya pasrah. "Baiklah. Aku minta maaf. Aku hanya ingin mengambil berkas kerjaku, Sayang..." Pita bergeming. Gadis itu tegak berdiri sambil menyedekapkan tangannya. Mata indahnya dingin menatap Mason. Lalu bahu gadis itu tiba-tiba luruh. "Aku hanya tidak mau sesuatu terjadi padamu Mason. Banyak sekali aura sihir di sekitar rumahmu. Mereka bahkan mencoba menembus benteng yang Ibuku buat. Rumahmu jelas tempat paling rawan. Mereka bisa menembusnya dengan mudah." "Aku tahu..." "Kalau kau tahu...jangan lakukan." "Aku hanya bosan." Pita mencebik kesal. N

