PART 12

896 Words

"Wow...wow...aku melarangmu pergi, Mason. Dan kau harus menurut." Pita berjalan cepat mengikuti Mason yang berjalan ke arah ruang keluarganya setelah dia selesai mencuci piring. Sejak datang lagi ke rumah Mason, Pita terus mendebat keinginan Mason untuk memenuhi tantangan Ayahnya. Mason duduk di karpet dan menyalakan televisi. Sejenak kemudian dia melemparkan tubuhnya hingga dia dalam posisi terlentang dan menyangga tubuhnya dengan beberapa bantal sofa. Pita menatap Mason putus asa. Dan dia menyerah. Mengikuti Mason merebahkan tubuhnya dan memeluk pria itu. Mason tak mengatakan apapun. Dia tadi sudah mengatakan semua dengan jelas. Pantang baginya mengingkari janjinya. Apalagi sebuah janji untuk harga diri. Sebuah janji untuk memperjuangkan Pita pada Ayahnya. Mereka terdiam dan menekuri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD