Cerai?

1555 Words

“Kak, hape kamu bunyi terus, tuh, dari tadi! Diangkat kenapa, risi tau! Aku nggak bisa tidur!” Emily menutup telinga dengan bantal, suara bising nada dering gawai Aksa terus-menerus menerornya sejak tadi. “Udah, nggak bunyi lagi. Tadi lupa di-silent.” Emily cemberut. Dia lihat Aksa di sampingnya masih belum mau berpindah tempat apalagi pergi. Padahal sudah puluhan kali Diva meneleponnya dan meminta Aksa datang. “Kenapa nggak disamperin aja, sih? Kak Diva nelpon udah kaya kuntilanak neror tukang becak. Kakak mau dia begitu terus sepanjang malem?” tanya Emily lagi. “Nah, itu tau ini udah malem. Jadwal manusia kalau udah malem itu tidur, bukan kelayapan nemenin kuntilanak. Lagian, emang kamu bisa mastiin nggak bunuh diri lagi kalau aku pergi?” Emily berdecap kesal, lalu memosisikan tubuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD