“Sebenernya apa maksud Anda, Tuan? Bukannya Anda lagi dalam proses balikan sama mantan tunangan kesayangan itu, huh? Kenapa Anda malah mau mengajak saya bulan madu? Kalau mau sandiwara di depan papa, kita masih bisa ngelakuin itu di sini. Nggak perlu jauh dan buang uang sama orang rendahan kaya saya.” Aksa malah tersenyum sinis saat istrinya kembali bersikap seperti orang asing. Emily yang duduk di tepian kasur, begitu enggan mendekat apalagi menengok ke arah wajahnya. “Loh. Di sini yang menghasilkan uang siapa? Jadi, suka-suka saya mau ngapain! Lagi pula, suka atau enggak, saya masih sah sebagai suami kamu. Udah kewajiban kamu sebagai istri nurut ke suami. Kamu nggak mungkin lupa, kan, tujuan saya nikahin kamu?” Emily tidak tinggal diam. Dia pun beranjak dari tempat tidur lalu melan

