"Aku tinggal sebentar, ya?. Atau kamu mau di belikan sesuatu, ice cream misalnya?" Tanya Rey pada Caramel yang sudah agak tenang dari sebelumnya. Setelah Caramel selesai menceritakan kronologis traumanya, ia memang sangatlah sedih. Sempat ia ingin melempar sesuatu sebagai pelampiasan. Untung saja Rey di ciptakan menjadi pribadi yang sabar, dan bisa menerima keadaan sehingga bisa menerima keadaan Caramel yang sekarang, bahkan di saat-saat terburuk Caramel. "Aku mau ice cream. Belikan yang paling besar untukku?" Pinta Caramel memanja. "Baiklah. Aku akan membelikan ice cream yang besar, khusus untuk tuan putri yang sedang berjuang. Tunggu, ya?" Caramel mengangguk dan tersenyum. Rey berdiri dan bergerak untuk mencium dahi Caramel, serta tersenyum sebelum benar-benar meninggalkan sang tamb

