"Aku mau cepat selesai, Pax. Soalnya kan tugas mata kuliah lain pasti menyusul." "Bagus. Aku baca dulu. Kamu perlu kirim soft copynya juga. Jadi biar gampang aku perbaiki." Dista mengokekan perintah Paxton. "Suamimu cerdas, bahasa Inggrisnya sangat bagus. Tertata." "Nggak kayak aku ya, Paxton." Paxton tertawa. Sedikit mengiyakan dengan isyarat matanya. "Dan dia teman asyik diskusi ... banyak hal yang dia tau, dan satu lagi--" Paxton memandang Dista penuh misteri. "Dia sangat pengalaman dengan perempuan." "Bagaimana bisa kamu tau? Memang dia cerita sejauh itu ke kamu?" Paxton tertawa terbahak-bahak. "Tidak, Dista. Dari sorot matanya kalo liat perempuan-perempuan lewat." Duh. Dista jadi ingat Jeffrey. Kata-kata Paxton persis kata-kata Jeffrey. Paxton seperti 'reinkarnasi' Jeffre

