Dista masih asyik dengan ponselnya di bangku nomor 9. Dia sepertinya sedang serius membaca sebuah artikel yang dikirim Paxton pagi tadi. Artikel untuk tugas kuliahnya. Dista kini seperti memiliki energi baru. Memiliki partner belajar yang ternyata sangat perhatian. Ada pesan indah dari Paxton; Dear, Dista, hope you enjoy your coffee tonight, St ali? How far it is. Ternyata Paxton sudah bisa melacak ke mana Dista pergi. Tapi Dista menganggapnya biasa saja. Sekilas sikap Paxton sama dengan Jeffrey. Ah, Dista kangen Jeffrey. Tiba-tiba ada pria yang membawa botol es kopi duduk di seberang bangku Dista. Pria kelimis itu tampak asyik menyedot es kopi dari botol yang dia pegang. Namun dia seketika terperangah saat mata elangnya mengarah ke Dista yang tampak serius melihat layar hape. Lalu dihe

