Dista tertawa mengingat kisahnya dengan Arga. "Trus, aku diam aja. Soalnya baru pertama kali aku suka sama lelaki. Sebelumnya terus terang aku nggak punya perasaan khusus atau apalah itu. cinta? ya." Dista mengusap hidungnya sebentar. "Akhirnya kita berdua pulang. Dia terus pegang tangan aku pas pulang di mobil itu. Aneh memang punya perasaan cinta, Deb. Bahagia ... takut ... kesal ... marah." Derby terus membiarkan Dista mengungkapkan perasaannya yang terdahulu. Dipandangnya Dista yang wajahnya agak sendu menceritakan kisah cintanya. "Trus, yah, aku bilang aku nggak bisa ... nggak bisa terima cinta dia. Dia tau sebenarnya kalo aku cinta. Tapi karena aku nggak enak dengan Rara ... aku berpikir pasti nggak enak banget rasanya punya kekasih yang tidak lain adalah Papi sahabat aku. Ditam

