Tiba-tiba kaca mobil nya diketuk. Dengan cepat Arga menghapus air matanya. "Pi," panggil Rara dengan senyum lebarnya. Arga menurunkan kaca mobilnya. "Rara jalan-jalan muter-muter komplek ya?" Arga mengangguk. Dipandangnya Rara yang berlari-lari kecil menuju pagar rumahnya. Rara memelankan larinya ketika melewati rumah Dista, sahabatnya. Dilihatnya sepertinya bukan keluarga Dista yang kini menempati rumah itu. Warna cat rumah itu juga berbeda dari sebelumnya. Pun ada sebuah bangunan tambahan di samping rumah. "Halo." ada yang menyapanya. Seorang ibu muda yang sedang asyik membersihkan tanamannya di balik pagar rumah. "Oh, hai, saya tinggal di sana," balas Rara sambil menunjukkan rumahnya yang cukup tinggi itu. "O, tetangga," ibu muda itu tersenyum lebar. Rara melanjutkan lari soren

