Bab 172. Heran Dista

1030 Words

Derby terbaring menatap kosong langit-langit kamarnya. Dia sepertinya sedang menunggu waktu Dista pulang. Sesekali dia mengecek alarm yang sudah dia atur sebelumnya. Alarm jam pun berbunyi keras. Derby lalu duduk di sisi ranjang tidurnya seraya meraih hape yang tergeletak di meja kecil dekat tempat tidur. Dia menghubungi Dista. Tak ada nada panggilan. Beberapa menit kemudian. Tetap sama. Tidak ada nada panggilan. Satu jam setelahnya. Tidak biasanya Dista begini. Seketika perasaan Derby cemas karena tidak ada nada panggilan sama sekali. Hanya terdengar voicemail saja. Dan ini hampir dua jam. Jam menunjukkan pukul 12.30 Derby? Masih cemas. "Mau Ke mana, Deb?" tanya Bu Restu yang kebetulan belum juga tidur di malam yang larut itu. Dia heran melihat wajah gusar Derby yang sudah ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD