"Itu benar-benar di luar dugaan, Dis. Aku sama sekali tidak menduga. Kamu kira aku janjian atau apa?" Derby benar-benar ingin meyakinkan Dista bahwa kejadian itu memang murni kebetulan. Dista lagi-lagi hanya bisa menghela napas. Lalu dia meletakkan kepalanya di pangkuan Derby. Derby lalu memperbaiki posisi rebah Dista agar perutnya tidak tertindih apapun di dalam mobil itu. "Cuma dikit kok, Deb," ujar Dista. "Apanya yang dikit?" "Cemburunya. Ntar juga ilang." Derby tersenyum melihat Dista yang sudah mulai mau diajak becanda. "Ok, kalian bisa bebas melakukan apa saja sekarang," sahut Paxton yang menyetir sambil mengerlingkan dua bola matanya. Dia harus tersenyum pahit untuk kedua kalinya saat ini. Dilihatnya Derby dan Dista yang mulai dengan aksi mesra mereka dari balik kaca spion.

