"Masih anget, Dis," ujar Derby yang menyeruput coklat buatan Dista tadi. Dan Dista ikut menyeruput coklat. "Eh, Derby. kok aku nggak liat Emily, anak bungsu Tante Patty dan Felix, Cuma liat Joey dan Carl." Tiba-tiba Dista teringat sesuatu. Derby tersenyum. "Emily ada di Indo. Sekolah di pesantren di Malang." "Oh." "Anaknya lucu banget. Ntar kalo punya anak perempuan pinginnya lucu kayak Emily. Beda banget sama si Patty." Dista melihat wajah Derby yang sepertinya agak sedih ketika mengatakan 'anak'. "Dan nggak usil kayak kamu," lanjut Derby. "Kenapa dia masuk pesantren, Deb?" "Tau, aku juga heran. Padahal Dia anak bungsu lo, perempuan lagi." "Takut naksir kamu kali ... kan bisa berabe." "Idih, masih kecil, Dis." Derby menggelengkan kepalanya. "Hm--" Lalu keduanya saling tatap

