Hingga Rania tidak tahan, dia kembali mendapatkan klimaks, dan saat itulah Prabu mulai menarik miliknya dan mendorong kembali hingga Rania tidak tahan dan menjerit keras. Rasaya ngilu, saat ditarik keluar saja miliknya serasa terbawa, dan saat dihentak, astaga… rania pusing, tubuhnya panas dingin, dibawah sana terlalu panas, terlalu perih, sesak hingga Rania rasakan urat-uratnya. “Angghhhh! Anghhhhhh!” **** Namun seiring dengan berjalannya waktu, disertai kepiawaian Prabu dalam menstimulasi tubuh Rania, perempuan itu tidak bisa berhenti mendesah. Sakit memang, tapi rasa nikmat itu bisa dia rasakan. Bagaimana sesaknya kini membuatnya meleleh, hentakannya membuat Rania menjerit. Terlebih kini Prabu membalik posisinya menjadi menungging. “Kamu harus coba seperti ini, sayang.” “AKHHHHH!”

