Sama-sama Tersiksa-2

702 Words

Bram memejamkan mata, menahan kepalan yang bergetar, mengumpat dirinya sendiri. Ia pria. Sehat. Tapi ia bukan binatang. Ia tidak akan menyentuh perempuan dalam keadaan mabuk, tak peduli sekuat apa godaan itu. Ia menggeleng keras saat ingatan itu kembali mengusik, lalu meletakkan dua piring di meja makan dengan helaan napas berat. Sudah. Sekarang hanya perlu membangunkan Dita dan membuatnya sarapan sebelum pergi. Bram melangkah menuju kamarnya. Pintu ia buka pelan… dan hampir menjatuhkan dirinya sendiri. Dita sudah bangun. Tapi posisinya... menungging. Kaos kebesaran itu naik ke atas pinggang, memperlihatkan celana pendek tipis yang tertarik ke dalam lekuk p****t bulatnya. Dan yang membuat Bram hampir tersedak ludah sendiri adalah gerakan p****t itu yang bergoyang ke kiri dan kanan… sambi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD