Perhatian-perhatian Kecil-3

902 Words

Lucu juga, batinnya. Cerewetnya bisa ngalahin ibunya. Tapi manisnya… sulit diabaikan. Hingga sampai di hotel yang dimaksud, Dita masih setia di samping Bram. Meski pria itu sudah berkeras bilang bisa sendiri, tapi langkahnya masih belum mantap dan wajahnya jelas menunjukkan tubuhnya sedang berjuang menahan demam. Maka saat mereka memasuki Ruang Seruni, ballroom yang telah disulap menjadi tempat seminar terbatas dengan deretan meja bulat dan proyektor di depan, Dita tetap mendampingi. Beberapa panitia tampak mengenali Bram dan langsung menghampiri, memberikan rundown acara. Bram hanya mengangguk singkat, lalu memandang Dita yang berdiri di sampingnya. "Kalau ditanya, bilang saja kamu asisten pribadi saya," ujarnya pelan, sambil merapikan jas. Dita mengangguk. “Siap, Pak.” Ada senyum kec

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD