Anggur dan Hotel-2

710 Words

“Ra?” suara Prabu terdengar lembut dari belakang. “Kamu ngapain?” Rania menoleh setengah nakal. “Mas, cobain ini, dong. Aku tuangin dua gelas.” Prabu mengangkat alisnya. “Anggur? Kamu yakin?” Langkahnya mendekat, namun ragu. “Nanti kamu mabuk terus Papa kamu nyeret aku pake golok dari rumah.” “Dih, enggaklah, Mas. Please, ayolah...” Rania mengangkat gelas dengan dua tangan, merengek kecil sambil menjulurkan bibir. “Rania...” “Ayolah, Mas... sekali aja. Kita minum cuma segelas, biar kayak pasangan-pasangan romantis di film. Kan Mas ganteng, harus matching kayak di film, dong.” Prabu menghela napas pelan. “Kamu tuh ya....” “Mas sayang aku kan? Atau enggak nih?” “Hadahhh, yaudah bawa sini.” Mereka pun duduk berdampingan di sofa panjang dekat jendela, dengan perapian yang kini menyala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD