Helaan nafas berat keluar dari bibir seorang wanita, yang tengah memegang mug yang berisikan coklat panas. Pandangannya terarah pada sebuah gorden yang tertiup angin sepoy-sepoy. Pandangannya begitu kosong, dia hanya tertuju satu titik dimana tubuhnya berada di tempat tapi tidak dengan pikirannya, Sejenak, matanya tertutup untuk beberapa detik. Rasanya begitu sesak dan asing. “Jadi kemarin sempat ketemu?” Wanita itu menoleh, dia pun menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang sulit diartikan. “Hampir … tapi aku masih bisa lihat dia marah. Dia nggak terurus.” “Nggak pengen ketemu sekali aja sama dia?” Menggeleng adalah jawaban yang wanita itu berikan. Bukannya tidak mau, dia juga mau bertemu dan hanya menyapanya. Tapi kan masalahnya, hubungan ini terlalu jauh, dan wanita itu sudah me

