“Mau sampai kapan kamu kayak gitu ha? Mending kamu pulang, tinggal tidur di rumah enak-enak, nggak perlu capek-capek urus anak orang.” Entah sudah berapa jam Leo terus saja mengomel atas pekerjaan Debora. Padahal saat ini Debora lagi punya cita-cita nikung suami orang yang lagi nganggur. Entahlah melihat orang nganggur kayak Kenzo jiwa pelakornya keluar. Belum lagi Debora kan sekarang jadi pacarnya Kenzo. Ya ampun rasanya seperti mimpi, tapi jadi nyata. Tidak masalah sih musuhnya cuma satu orang-- istrinya dia. Tapi takut juga kalau ketahuan. Mana Kenzo terus-terusan minta bertemu dengan Papa Debora. Tidak mungkin Debora mengajak Kenzo pergi ke rumah mewahnya. Yang ada pria itu pasti marah, tapi Debora juga tidak mungkin menyewa orang untuk menjadi orang tuanya, takut dosa yang nanggung

