*** "Fan, akhirnya kamu pulang. Gimana? Semuanya lancar, kan?" Baru membuka pintu kemudian melangkah masuk, Tiffany spontan menoleh setelah pertanyaan tersebut dilontarkan sang mama dari arah pintu dapur dan yang dia dapati setelah itu adalah Kania yang tengah berdiri sambil memegang segelas air putih. "Ma," panggil Tiffany. "Aman, Ma. Tadi di rumah Mbak Indira aku udah tanda tangan kontrak, bahkan uang tiga ratus juta yang dijanjiin Mbak Indira sama Marvin juga udah aku terima dan langsung aku bayarin hutang Papa. Jadi mulai hari ini kita aman." "Serius?" Cukup lama terlilit hutang tanpa tahu harus mendapatkan uang darimana, Kania terlihat berbinar usai mendengar ucapan panjang lebar sang putri sementara yang dilakukan Tiffany setelahnya adalah; mengangguk. "Serius dong," kata Tiffa

