Special 74

1127 Words

"Kamu bisa mengantarkanku ke suatu tempat?" tanya Iliana serius pada Dhani. "Tentu saja." Dhani sumringah mengiyakan Zoeya. "Apa sebaiknya kita cari makan dulu?" tawar Iliana sambil mengikat rambutnya tinggi, ia merasa gerah seharian tadi membiarkan rambut Zoeya terurai. "Tidak, aku sudah makan. Tapi Zoeya, boleh nanya sesuatu enggak?" Dhani ragu. "Silahkan." Iliana ramah. "Sebenarnya siapa om-om tadi? Aku beberapa kali melihatnya ke kampus mencarimu dan tadi kamu bersamanya di sana?" "Dia Profesor Alex. Memangnya kenapa?" Iliana tak mengerti mengapa Dhani penasaran sekali dengan Alex. "Profesor Alex? Mungkinkah dia Profesor Alexander Nelson Tamsi itu? Si om-om tua bangka itu?" Dhani bertanya dengan mata terbelalak. Iliana hanya mengangguk dan tersenyum konyol melihat tingkah Dhani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD