Special 67

1353 Words

Jihan pulang pukul 07.00 malam. Seperti biasanya rumah tampak tenang, Evan selalu mengunci diri di kamarnya setelah pulang dari sekolah. Tingkah Evan semakin hari semakin aneh. Melihat tingkah anak kakak tirinya Jihan tersenyum jahat sambil menatap pintu kamar Evan. "Tunggu beberapa saat lagi akan tiba giliranmu menyusul nenekmu ke rumah sakit jiwa. Bersiaplah Evan."  Jihan berseloroh kejam tanpa rasa bersalah sedikit pun. Langkah angkuh Jihan menapak mantap memasuki kamarnya. Matanya  terbelalak lebar tatkala pandangannya bertemu cermin. Tangan Jihan gemetar. Lututnya terasa lemas. Jihan menggigit bibir menahan syok. Ia ketakutan membaca sebuah kalimat yang ditulis di cermin dengan lipstik berwarna merah. "Aku kembali untuk membongkar kebusukanmu Jihan. Dasar PEMBUNUH!!!" Kata demi kat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD