"Sini, cerita sama ibu!" ujar Lisna saat melihat putranya datang dengan wajah muram. Damar berbaring di pangkuan sang ibu. "Aku bingung, Bu." "Soal mamamu lagi?" tebak Lisna. Damar mengangguk kemudian menceritakan semuanya. Lisna menghela napas panjang sembari membelai kepala anak tertuanya. "Ibu juga kesel sama mereka. Sesalah apa pun kamu, tapi bukan berarti mereka seenaknya gitu. Tapi Ibu juga paham gimana perasaan mereka." "Sekarang mama juga jadi gak suka sama Dania.Katanya keluarga Dania gak pantes buat dijadikan keluarga. Malah mama sekarang ngebet banget mau jodohin aku sama anak temannya." "Kenapa kamu gak nolak dengan tegas kalau kamu gak mau dijodohkan?" "Mama itu gak bisa ditentang, Bu. Dulu, mama mau aku nikah sana Dania, aku menentang keras, ibu tau apa yang terjadi? M

