98. Teman SMA

1205 Words

"Mau ke mana?" tanya Herlan saat melihat putrinya muncul dengan pakaian rapi. "Gak usah kepo urusan anak, Mas," komentar Wina. "Apa salahnya sih kalau aku tanya putriku mau ke mana,'' sahut Herlan. "Mau ketemu teman, Pa,'' sambar Dania. "Teman yang mana?" Herlan kembali bertanya. "Udah, Sayang. Kamu pergi aja. Gak usah dengerin papa kamu." Lagi-lagi Wina mendahului. Dania tersenyum. "Makasih, Ma. Aku pergi dulu," pamitnya kemudian memeluk singkat sang ibu. "Pa, pergi dulu.'' Ia pun pamit pada ayah sambil mencium punggung tangannya. "Jangan pulang malam-malam," ujar Herlan saat anaknnya berlalu. "Iya, Pa." Dania menjawab sambil terus melangkah keluar dari rumah. Mendekati mobil berwarna hitam yang menunggu di depan rumah tetangga. Ia membuka pintu belakang. "Mama duduk di depan aja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD