“Kenapa sepagi ini sudah ada di dapur, hmm? Meninggalkanku sendirian di atas tempat tidur?” tanya Revano sembari merengkuh tubuh istrinya. Revano mengecup leher jenjang istrinya seraya kedua tangan kekarnya sudah terlebih dulu mendarat menjelajah tubuh istrinya. “Hmmm, sayang…ini sudah pagi juga, kan! Aku harus menyiapkan sarapan pagi untuk kedua pria yang aku cintai,” ujar Melanie seraya memejamkan kedua matanya, tidak tahan akan sentuhan lembut suaminya. “Tetapi, ini terlalu pagi, sayang,” balas Revano, jari kekarnya itu menyelusup masuk ke dalam piyama membuka sedikit kaitan branya dan memijat perlahan. “Ehmm…sayang…ini masih pagi. Aku tidak enak nanti di lihat oleh papa!” gumam Melanie sembari tersenyum kecil. Diangkatnya kepalanya, menengadah lalu mengecup bibir suaminya. “Tidak

