Ceklek ... Lala membukakan pintu rumahnya, dirinya tercengang ternyata yang mengetuk pintu bukan majikan barunya, melainkan majikan lamanya, yaitu Saga. "J-jadi Tuan mengikutiku?" tanya Lala. Saga tersenyum, tangan kanan Saga menyentuh pipi kananya Lala dengan lembutnya, "Sekarang aku sudah tahu tempat kerja kamu yang baru, mana majikan kamu?" tanya Saga. "Belum pulang," jawab Lala ketus. "Ya sudah, La! Aku pamit dulu, salam untuk majikan baru kamu," cetus Saga yang langsung saja memutar tubuhnya membelakangi Lala, ia berharap sekali jika Lala menghentikan langkahnya. Namun, ternyata Lala tidak menghentikan langkah kakinya Saga sehingga membuat Saga merasakan kecewa, ternyata Lala memang sudah tidak mau lagi bekerja dengannya. "Ya sudahlah ... " Saga pun tidak terlalu menghiraukann

