Makanan yang di pesan Saga pun sudah datang. Lala segera menyajikannya.
"Wih... sepertinya sangat lezat Daddy, " seru Keira yang langsung menyantap makanannya.
Saga tersenyum tipis melihat putrinya yang begitu terlihat happy. Momen sederhana ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Sayang, kalau makan pelan-pelan Nak. Tuh-kan jadi belepotan! " Lala menghapus sisa-sisa makanan di celah-celah bibirnya Keira. Saga sedari tadi terus memperhatikannya. Saga jadi tidak ragu lagi dengan tawaran Lala yang waktu itu.
"Kau juga makan kek bocah La, " sahut Saga ketika melihat bibir Lala belepotan. Lala emang sengaja untuk menarik perhatian Saga.
"Iya gitu Tuan? " tanya Lala sembari mengusap bibirnya. Namun, sisa makanan itu masih saja ada.
Saga pun mengusap sisa makanan itu menggunakan jari-jemarinya. Lala melongo ketika bibirnya di sentuh oleh Saga. Terlintas Lala teringat saat kejadian tadi pagi, ketika Saga memberikan sebuah kecupan hangat di bibir Lala. Kini kedua bola mata kembar itu saling beradu.
"Cantik sekali kau Lala, kalau tidak ada Keira sudah aku gigit. Kau begitu menggoda," ucap Saga dalam hatinya.
Keira tidak menyadari kalau Lala dan Saga tengah saling pandang. Keira begitu asyik menikmati makanannya. Jari telunjuk Lala menyentuh bibirnya Saga.
"Tuan kalau nanti kita sudah di rumah, Lala akan memberikan kecupan manis di sini, " bisik Lala. Bisikan Lala membuat Saga merinding dan sontak memejamkan kedua matanya.
"Tapi jangan lupa bayarannya! " Lala kembali berbisik. Lala menoleh ke arah Keira. Gadis kecil itu masih fokus ke makanannya. Lala pun memberanikan diri memberikan kecupan di pipi kanan Saga sehingga membuat Saga tercengang.
Lala senang dengan ekspresi Saga seperti itu yang mulai terhanyut. Lala tersenyum tipis dan kembali melanjutkan makannya. Saga pun sama.
"Sayang sini sama Tante Lala suapin!" tawar Lala.
Lala pun meraih makanan Keira. Lala menyuapi Keira, di mata Saga terlihat kalau Lala itu sangat keibuan.
"Andai ada mommy, " lirih Keira yang langsung menunduk. Tiba-tiba saja bocah kecil itu teringat kepada ibunya.
Sedangkan di rumah Salsa tengah tidur sangat nyenyak sekali, sebab tidak ada yang mengganggunya. Salsa sama sekali tidak teringat putrinya. Salsa malah ingin cepat-cepat menjelang sore karena akan bertemu dengan Sean.
"Sayang kan ada Tante Lala! " Lala menghapus air mata Keira, Lala meraih tubuh Keira sehingga Keira duduk dalam lahunan Lala, "Mommy kan lagi sibuk kerja sayang, cari uang banyak untuk beli mainan yang Keira inginkan. " Lala berusaha untuk menghibur Keira.
"Iya Tante! " Keira pun kembali tersenyum.
Saga tak sadar Saga sudah mengepal kedua tangannya. Saga begitu marah dan kesal karena sebagai suami Saga tidak bisa tegas. Saga sudah berusaha meminta Salsa untuk berhenti kerja. Namun, Salsa kekeh tidak mau. Harusnya Saga memberikan pelajaran untuk Salsa agar istrinya itu jera. Tapi Saga yang terlalu mencintai Salsa jadinya ia selalu mengalah, dan efeknya Keira jadi korbannya. Keira kurang mendapatkan kasih sayang dari Salsa.
Setelah selesai makan, Lala mengajak Keira main balon gelembung di pinggiran danau kecil yang ada air mancurnya. Keira begitu bahagia, melihat canda tawa putrinya membuat Saga tersenyum senang.
"Keira, ayo kejar Tante! " teriak Lala berlarian kecil.
Gadis kecil itu pun mengejar-ngejar Lala, "Ah... Tante jangan jauh-jauh larinya. Keira kan capek! " teriak Keira dengan manjanya.
Saga pun berlarian kecil menghampiri Lala. Setelah dekat, Saga langsung meraih tubuh Lala mengangkat tubuh Lala hingga dalam pangkuannya.
"Sayang, Tante Lala nya sudah daddy tangkap nih. " Saga berteriak.
Lala malah fokus menatap wajah Saga, Lala terkejut ketika Saga tiba-tiba saja menggendongnya.
"Duh kenapa jadi dag-dig-dug seperti ini. Aahh... Tuan Saga sweet banget sih. Lala yakin, suatu saat nanti Tuan Saga akan jatuh dalam pelukan Lala. Nona Salsa hempas saja deh, gak guna juga tuh jadi ibu dan istri," ucap Lala dalam hatinya.