Makan siang sudah selesai, Saga mengantar anak dan pembantunya pulang. Lala masih diam tanpa kata, Saga tidak terlalu banyak bertanya karena Lala sudah mengatakan jika dirinya sedang datang bulan. Nyonya Gita sedang memotong tanaman, selama Lala bekerja, ia tidak pernah mengurus tanaman hias. "Loh jadi mama yang datang, Saga kira mama mertua." Seru Saga yang langsung mencium punggung tangan sang mama, lalu memeluknya sekilas. Saga begitu senang dengan kedatangan mamanya, karena kesibukan mamanya mengurus perusahaan yang ditinggal Almarhum sang papa membuat Saga jarang sekali bertemu dengan Nyonya Gita. "Hem, eh pembantu, kenapa kenapa tidak mengurus tanaman bunga. Lihat banyak daun-daun yang sudah kering," kata Nyonya Gita begitu sangarnya. "Seharian kamu ini ngerjain apa sih hah."

