Waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Lala memberanikan diri keluar dari kamarnya. Lala ingin melihat situasi. Perlahan-lahan Lala melangkahkan kakinya.
"Semoga aman! "
Saga sudah tidur nyenyak, bahkan sampai mengeluarkan suara. Yaitu ngorok.
"Syukurlah... ternyata Tuan Saga sudah tidur. "
Lala menghampiri Saga. Lala perlahan-lahan membenarkan posisi tidur Saga. Lala membukakan sepatunya Saga.
"Tuan Saga terlihat semakin tampan kalau lagi tidur seperti ini. "
Lala terus memandang wajah Saga dengan intensnya. Lala begitu terpesona dengan ketampanan Saga, apalagi tubuhnya yang kekar itu. Dalam dekapan Saga saja membuat Lala terhanyut.
Pada akhirnya Lala yang sudah mengantuk sampai dirinya ketiduran juga disebelah majikannya, Lala tidur dengan posisi duduk di atas lantai, kepalanya menempel di bidang d**a Saga.
Terdengar suara adzan subuh berkumandang. Saga terbangun dari tidurnya. Saga merasa ada sesuatu yang berat pada d**a bidangnya.
"Ngapain pembantu ini tidur di sini, " gerutu Saga kesal.
Saga mendorong tubuh Lala sehingga membuat Lala terjengkang dan tergeletak di lantai. Lala pun bangun dari tidur nya.
"Eh, kenapa kau bisa tidur di sini hah? " tanya Saga dengan meninggikan suaranya. "Dasar pembantu tidak tahu diri, " sentaknya lagi.
Lala merasa tidak terima karena sudah di bentak dan hina oleh Saga. Lala beranjak bangun dan berdiri tegak.
"Maaf Tuan Saga, semalam Tuan Saga hampir saja menodai ku. Tuan Saga mengira kalau aku adalah Nona Salsa. Lihat ini Tuan, bekas di leher saya ini adalah ulah Tuan. Kalau saya tidak memberontak dan melawan. Mungkin kesucian saya akan hilang malam ini, " lirih Lala. Dengan memberanikan diri Lala menceritakan kejadian tadi malam kepada Saga.
"Tidak mungkin! Ini tidak mungkin. Mana bisa saya menciumi pembantu seperti kau! " Saga sama sekali tidak merasa kalau dirinya sudah melakukan itu kepada Lala. Saga sama sekali tidak mengingatnya.
"Karena Tuan Saga itu lagi mabuk. Jadi Tuan Saga tidak mengingat kejadian tadi malam. Sudahlah Tuan, lupakan saja! Lagi pula percuma juga di bahas. Gak ada gunanya, " ujar Lala. Terlihat jelas dari raut wajah Lala kalau dirinya saat ini sedang kesal dan marah.
Lala kesal sebab Saga tidak mengingat dan tidak mengakui apa yang sudah terjadi. Saga mengambil uang dari dompetnya. Saga melempar uang sebanyak 1 juta tepat ke wajah Lala.
"Itu uang sebagai ganti rugi karena saya tanpa sadar sudah menciumi lehermu, " ucap Saga dengan angkuhnya. "Dan ingat? Jangan sampai Salsa mengetahui soal hal ini. " Saga memperingati Lala agar Lala tidak menceritakan semuanya kepada Salsa istrinya.
"Aku tidak butuh uang ini Tuan, " ucap Lala tak kalah angkuhnya.
Saga tersenyum kecut, "Jangan munafik kau pembantu. Uang itu pasti sangat berharga sekali untuk pembantu murahan sepertimu. Jadi ambil saja uang itu. Kau pasti membutuhkannya kan?" Saga kembali tersenyum kecut. Saga merapikan pakaiannya, lalu Saga pergi meninggalkan Lala. Saga menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
Benar sekali apa kata Tuan Saga. Kalau aku sangat membutuhkan uang ini. Lumayan uang 1 juta ini buat biaya adik ku sekolah di kampung. Halal gak ya ini uang? Ah bodo amat. Yang penting keluarga ku di kampung tidak kesusahan.
Lala mengambil selembaran uang 100 ribu yang tergelatak di lantai. Ternyata Saga memperhatikan Lala dari atas. Saga kembali tersenyum kecut.
Dasar munafik. Katanya tidak butuh uang itu. Tapi ternyata di ambil juga. Dasar murahan. Pasti semalam dia yang menggodaku dan memanfaatkan aku yang sedang mabuk.
***
Waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi. Salsa baru saja pulang. Sedangkan Keira dan Saga tengah sarapan pagi.
Masakan si pembantu ini enak juga.
Dalam hati, Saga memuji makanan yang di masak oleh Lala.
"Good morning sayangku, anak dan suamiku, " sapa Salsa yang baru saja datang. Salsa mencium wajah Keira, lalu Salsa mencium pipinya Saga juga.
"Jam segini baru pulang? Ngapain saja? " tanya Saga dengan wajah dinginnya. Saga lama-lama bosan juga. Selama 3 tahun ini rumah tangganya kurang harmonis. Selama Salsa terjun ke dunia modeling membuat Salsa jarang ada waktu untuk Saga dan Keira.
"Ya kerja dong sayang. Masa bengong, " jawab Salsa santai. Salsa menarik kursi lalu duduk di sebelah Saga.
"Wah sepertinya sangat lezat. Ini masakan Bi Sumi apa pembantu baru? " tanya Salsa.
"Pembantu baru, " jawab Saga yang masih dengan wajah datar nya.
"Oh! " Salsa mangut-mangut. Lalu Salsa mengambil piring dan mengisi piring itu dengan nasi dan lauk pauk.
"Keira sayang, hari ini Mommy libur, daddy juga libur. Jadi kamu tidak perlu ke rumah Oma ya, " ujar Salsa kepada Keira.
"Iya Mommy, " seru Keira.
Lala diam-diam mengintip situasi di dalam ruang makan, Lala terus memperhatikan raut wajahnya Saga.
Kenapa Tuan Saga wajah nya seperti itu? Seperti nya Tuan Saga kurang kasih sayang dari istrinya. Karena Nona Salsa sibuk di dunia modeling nya. Hem... ini kesempatan emas buat aku, karena Tuan Saga hampir saja mau menodai ku. Mungkin dengan cara ini, aku lebih mudah mendapatkan uang banyak. Bukti nya tadi subuh saja dengan mudanya aku mendapatkan uang 1 juta dari Tuan Saga. Hem, menarik sekali.
Entah kenapa pikiran jelek itu terlintas pada pikiran Lala saat ini. Laila Syafira yang sudah bosan dengan hidup miskin, ingin rasanya dirinya merubah takdirnya. Lala ingin membahagiakan adik dan kedua orang tuanya. Lala tidak mau nasib adik perempuannya di kampung sama seperti dirinya. Sekolah cuman tamatan SMP dan jadi pembantu. Lala tidak mau itu terjadi kepada Lisna adiknya.
Sehingga Lala bertekad akan menjadi w*************a. Lala berniat akan merayu Tuan Saga, dan berniat menarik perhatian Saga. Padahal Saga belum sama sekali merebut mahkotanya. Tapi Lala merasa kalau Saga sudah menodainya.
Dengan terpaksa aku harus melakukan ini. Pertama, aku harus bisa dekat dengan Keira putrinya. Lalu aku akan coba untuk menarik perhatian Tuan Saga .
Setelah itu Lala kembali ke belakang untuk membersihkan dedaunan yang ada di kolam renang. Lala harus tetap semangat bekerja. Lala ingin mengubah nasibnya meskipun dengan cara licik.
"Salsa, aku minta kau berhenti menjadi model! " pinta Saga kepada Salsa.
"What? Ini mimpiku Mas, mana bisa aku berhenti begitu saja. " Salsa yang keras kepala tetap tidak mau berhenti menjadi model.
"Kau tidak kasian sama aku dan putri kita? Selama kau jadi model, jarang sekali waktu yang kau luangkan untuk aku dan Keira. Salsa, please... aku mohon berhentilah dari pekerjaanmu itu. Gaji ku lebih dari cukup untuk keperluan kamu dan Keira. " Saga terus saja memohon kepada Salsa agar Salsa berhenti menjadi model.