Keduanya mulai melakukan olah raga panas di ruang kerja Ridwan. Meja kerja pun sudah berantakan bahkan sofa pun tak luput dari tingkah kedua makhluk yang sedang melakukan dosa. "Kau ternyata sangat nikm@t, kenapa tidak sejak dulu saja kamu memberikan ini untukku," ucap Ridwan di sela-sela kegiatannya. "Aku juga tidak tahu jika berc*nt@ denganmu bisa senikm@t ini," jawab Rosmala sambil meleng*h menikmati setiap sebtuhan dari lelaki yang bukan suaminya. "Suami yang kau idamkan itu tidak bisa memberikan kenikmat@n bukan?" tanya Ridwan memperlambat gerakannya. Rosmala tidak bisa menjawab karena dia merasa kehilangan akan setiap rasa nikm*t di dalam dirinya. "Lakukan lebih cepat, Ridwan! A-aku tidak bisa seperti ini," teriak Rosmala. Ridwan tertawa, dia sengaja melakukannya agar wanita y

